Helo eperibadeh! gimana puasanya? lancar? bolong-bolong? apa ga puasa? Apapun itu gue punya kabar gembira. Iya kabar gembira. Bukan, bukan manggis. Gue udah tobat dari dunia permanggisan dan berhasil keluar dari persengkongkolannya. Gue tau diantara kalian ada yang sensitif dengan kata "Kabar gembira", "Ekstrak" apalagi "manggis". Maka dari itu daku akan berusaha keras untuk tidak membuat kalian berak beton, katarak, dan mimisan. Menghindari post ini dari naungan dan godaan buah mengerikan itu.
Masih
inget "29 my age"? Iyap, virus ini adalah saudara dari virus sebelumnya
yang berasal dari yang lain dan tidak bukan Vicky Prasetyo. Virus yang baru ini lebih moderen. Dengan kalimatnya menghasut telinga penonton. Mantra "Mbaktin Nduuut~" yang sering diucapkan tiga kali mengasah jiwa untuk lebih sabar. Dan sekarang mereka berevolusi. Mereka membuat jiggle dengannya liriknya yang cepat merambat ke otak. Membuat kita termenung sejenak serasa pencucian otak. Tak hanya di dunia periklanan, ia telah merambah dan pernah disebutkan dalam Dr. OZ. Tak hanya televisi, virus ini kian menyebar ke ringtone hingga tulisan di media. Indahnya negeriku Indonesia adalah ketika ada satu hal yang heboh apalagi di media sosial maka itu bakal nyebar dan langsung nge-hit. Virus ini telah terjabarkan jelas di satu thread di kaskus. Virus ini telah menjangkau Mario Teguh dan pak Prabowo dan tanpa kau sadari, kau adalah korban dari virus ini. Orang-orang pernah berkata bahwa dunia ini akan dikuasai oleh sesuatu. Ada yang bilang Zombie, Robot, Alien, Simpanse namun tebakan mereka meleset, Buah Manggislah yang menang. Mereka telah bangkit mengambil ketenaran mereka kembali dari buah Mangga yang lebih terdengar dari Manggis. Mereka iri, mereka ingin mengambil tahta dengan cara yang keji, periklanan. This is, The Rise Of The Planet Of The Mangosteen.



